Hari Kunjung Perpustakaan, SMART Ekselensia Indonesia Hidupkan Budaya Literasi

Siswa SMART Ekselensia mengikuti kegiatan literasi di Perpustakaan SMART Ekselensia Indonesia

Bogor — Perpustakaan tidak hanya menjadi tempat menyimpan buku. Di SMART Ekselensia Indonesia, ruang tersebut dihidupkan sebagai tempat siswa membaca, memilih buku, belajar, dan menemukan pengalaman baru.

Semangat itu terlihat dalam Hari Kunjung Perpustakaan yang digelar pada Senin, 14 September 2026, di Perpustakaan SMART Ekselensia Indonesia. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian program untuk mendorong budaya literasi di lingkungan sekolah.

Salah satu kegiatan yang menarik perhatian siswa adalah program peminjaman buku yang disertai hadiah bagi para pemustaka. Apresiasi diberikan setelah siswa meminjam buku, menghadirkan suasana berbeda di perpustakaan. Senyum dan antusiasme siswa menjadi bagian dari upaya menjadikan kunjungan ke perpustakaan sebagai pengalaman yang menyenangkan.

Bagi sekolah, apresiasi tersebut bukan sekadar pemberian hadiah. Ia menjadi cara untuk menghargai langkah sederhana siswa dalam membangun kebiasaan membaca.

“Pinjam bukunya, dapat hadiahnya, bawa pulang bahagianya.”

Semangat literasi juga diperkenalkan kepada peserta didik usia dini. Dalam rangka Hari Kunjung Perpustakaan, PAUD SMART Ekselensia Indonesia turut meramaikan rangkaian kegiatan melalui sirkulasi peminjaman buku. Anak-anak memilih buku yang mereka sukai dan membawanya pulang untuk dibaca.

Pengalaman sederhana tersebut menjadi bagian dari pengenalan anak terhadap buku dan perpustakaan sejak dini. Dari memilih bacaan, muncul rasa ingin tahu; dari kebiasaan membaca, tumbuh pengalaman belajar.

Rangkaian kegiatan kemudian berlanjut melalui berbagai program peningkatan budaya literasi di Perpustakaan SMART Ekselensia Indonesia, termasuk Lomba Mewarnai PSB Siswa PAUD SMART Ekselensia Indonesia dalam rangkaian Hari Kunjung Perpustakaan.

Dengan demikian, momentum 14 September tidak berhenti sebagai peringatan tahunan. Aktivitas yang dilakukan setelahnya memperlihatkan upaya menjadikan perpustakaan sebagai bagian dari keseharian siswa.

Sebab, budaya literasi tidak tumbuh hanya dari ajakan untuk membaca. Ia dibangun dari kebiasaan datang ke perpustakaan, memilih buku, membacanya, dan menemukan kesenangan di dalam proses tersebut.

Di SMART Ekselensia Indonesia, langkah itu dimulai dari hal-hal sederhana: datang, memilih, meminjam, membaca, dan kembali lagi.