BOGOR — Pendidikan berasrama bukan sekadar menghadirkan tempat tinggal bagi peserta didik selama menempuh pendidikan. Lebih dari itu, boarding school menjadi ruang pembinaan yang membentuk karakter, memperkuat spiritualitas, sekaligus menumbuhkan kepedulian antarsesama melalui kehidupan yang dijalani bersama setiap hari.
Komitmen tersebut kembali diwujudkan SMART Ekselensia Indonesia melalui program HIDAYAH (Halaqah Islam Dasar Yaumiyah) yang diselenggarakan pada Sabtu (1/8) lalu di Masjid Al-Madinah. Program pembinaan rutin bagi siswa boarding ini menghadirkan suasana belajar yang lebih reflektif melalui kajian keislaman, diskusi, serta sesi berbagi pengalaman bersama wali asrama.
Tidak hanya mengikuti kajian pekanan, para siswa juga mengikuti sharing session angkatan yang menjadi ruang terbuka untuk saling menguatkan, berbagi pengalaman, melakukan evaluasi bersama, sekaligus mempererat hubungan antara siswa dan wali asrama. Dalam forum tersebut, setiap peserta didorong untuk saling menasihati dalam kebaikan sebagaimana nilai ta’awun dan tanasuh ‘alal birri wat taqwa yang menjadi bagian penting dalam pembinaan kehidupan berasrama.
Bagi siswa baru kelas VII SMP dan kelas X SMA, kegiatan ini memiliki makna yang lebih mendalam. Setelah menjalani dua pekan pertama sebagai santri boarding, mereka mulai beradaptasi dengan ritme kehidupan yang berbeda dari lingkungan sebelumnya. Jadwal belajar yang padat, aktivitas ibadah berjamaah, hingga kehidupan bersama teman-teman dari berbagai daerah menjadi pengalaman baru yang membutuhkan proses penyesuaian.
Melalui HIDAYAH, proses adaptasi tersebut dihadirkan dalam suasana yang hangat dan penuh kekeluargaan. Kajian yang berlangsung di Masjid Al-Madinah memberikan nuansa berbeda dari rutinitas harian di asrama. Lingkungan yang lebih terbuka dan tenang menjadi ruang bagi para siswa untuk merefleksikan perjalanan belajar mereka, memperkuat semangat, sekaligus membangun kedekatan dengan teman seangkatan maupun para wali asrama.
Kehadiran wali asrama dalam setiap sesi tidak hanya sebagai pembimbing, tetapi juga sebagai pendamping yang mendengarkan, memberikan arahan, dan membantu siswa menghadapi berbagai dinamika kehidupan boarding. Interaksi tersebut menjadi bagian penting dalam membangun rasa percaya, sehingga setiap siswa memiliki ruang untuk bertumbuh secara akademik, emosional, maupun spiritual.
Program HIDAYAH juga menegaskan bahwa pendidikan karakter tidak hanya berlangsung di ruang kelas. Pembentukan pribadi yang berakhlak, disiplin, bertanggung jawab, dan memiliki kepedulian terhadap sesama dibangun melalui pembiasaan yang dilakukan secara konsisten dalam kehidupan sehari-hari.
Semangat tersebut selaras dengan pesan hikmah yang menjadi pengingat dalam kegiatan ini:
بِقَدْرِ الْكَدِّ تُكْتَسَبُ الْمَعَالِي
Biqadril kaddi tuktasabul ma’ali
“Kemuliaan diperoleh sebanding dengan kesungguhan dan jerih payah.”
Bagi SMART Ekselensia Indonesia, pendidikan tidak berhenti pada pencapaian akademik. Kehidupan berasrama menjadi bagian integral dari proses melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga memiliki ketangguhan mental, kedalaman spiritual, serta karakter kepemimpinan yang siap memberikan manfaat bagi masyarakat.