MITRAQU PAUD SMART Ekselensia Ajak Orang Tua Menentukan Prioritas Ilmu bagi Anak

MITRAQU PAUD SMART Ekselensia membahas kewajiban menuntut ilmu bagi anak

Bogor, Agustus 2026 — Pendidikan anak tidak cukup hanya dengan memperbanyak pengetahuan. Di tengah perkembangan zaman dan teknologi yang semakin cepat, orang tua perlu memiliki arah yang jelas dalam menentukan ilmu yang perlu dipelajari anak, sekaligus memastikan proses belajar tetap berpijak pada agama dan adab.

Pesan tersebut mengemuka dalam kegiatan Madrasah Intensif Orang Tua Adab Qur’ani (MITRAQU) PAUD SMART Ekselensia Indonesia yang digelar pada Selasa (11/8/2026) di Aula Masjid Al-Insani, SMART Ekselensia Indonesia, Bogor. Kegiatan berlangsung secara hybrid, dengan diikuti orang tua secara luring maupun daring.

Mengangkat tema “Kewajiban Menuntut Ilmu”, kegiatan menghadirkan Ustaz Zayd Sayfullah, Direktur SMART Ekselensia Indonesia, sebagai narasumber. Para orang tua diajak melihat kembali posisi keluarga sebagai ruang pendidikan pertama sekaligus tempat utama bagi anak dalam membangun fondasi keilmuan, keislaman, dan adab.

Dalam pemaparannya, Ustaz Zayd menekankan pentingnya orang tua memiliki prioritas dalam mengarahkan proses belajar anak. Menuntut ilmu merupakan kewajiban, tetapi tidak seluruh ilmu memiliki kedudukan yang sama dalam tahap awal pendidikan seorang anak.

Karena itu, ilmu fardhu ‘ain, khususnya ilmu agama, adab, dan pondasi keislaman, perlu menjadi dasar yang terlebih dahulu ditanamkan. Setelah fondasi tersebut terbentuk, orang tua dapat membantu anak mengembangkan bakat dan minatnya sesuai potensi yang dimiliki.

Pengembangan ilmu dan keterampilan tersebut kemudian dapat dipadukan dengan nilai-nilai Islam serta perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Dengan demikian, kemajuan pengetahuan tidak berjalan sendiri, tetapi tetap memiliki arah dan nilai yang menjadi pedoman bagi anak dalam menggunakannya.

Lebih jauh, pendidikan juga menuntut keteladanan dari orang tua. Anak tidak hanya belajar melalui nasihat, tetapi terutama melalui apa yang mereka lihat dan alami dalam kehidupan sehari-hari di rumah.

“Kalau kita ingin melihat anak kita ini sholeh, kita harus refleksi, caranya bagaimana? Caranya adalah kita mulai dari diri kita dan rumah kita. Sudahkah kita mengajarkan adab juga kepada anak kita?”

Pernyataan tersebut menegaskan bahwa pembentukan karakter anak tidak dapat sepenuhnya diserahkan kepada lembaga pendidikan. Sekolah dan keluarga perlu berjalan dalam arah yang sama, terutama dalam menanamkan adab dan nilai-nilai keislaman sejak usia dini.

Melalui MITRAQU, SMART Ekselensia Indonesia berupaya membangun ruang dialog dan pembelajaran bagi orang tua agar memiliki pemahaman yang lebih utuh mengenai pendidikan anak. Forum tersebut tidak hanya menjadi tempat penyampaian materi, tetapi juga menjadi ruang untuk menyatukan visi antara sekolah dan keluarga.

Bagi pendidikan anak usia dini, keselarasan tersebut menjadi semakin penting. Masa awal pertumbuhan merupakan fase ketika kebiasaan, nilai, dan cara pandang mulai terbentuk. Apa yang dibiasakan di sekolah akan lebih kuat ketika mendapatkan penguatan yang sama di lingkungan keluarga.

Pada akhirnya, arah pendidikan bukan semata-mata untuk membuat anak mengetahui lebih banyak hal, melainkan membantu mereka tumbuh menjadi pribadi yang memiliki pegangan, mampu menentukan arah, dan terus belajar sepanjang kehidupan.

MITRAQU PAUD SMART Ekselensia Indonesia diharapkan dapat terus menjadi ruang bagi para orang tua untuk belajar, berefleksi, dan bertumbuh bersama, sehingga sinergi antara sekolah dan keluarga semakin kuat dalam menghadirkan generasi yang berilmu, beradab, serta menjadikan nilai-nilai Al-Qur’an sebagai pedoman dalam kehidupan.