MITRAQU SD SMART Ekselensia Indonesia Perkuat Sinergi Orang Tua untuk Mewujudkan Generasi Adab Qur’ani

Kegiatan MITRAQU (Madrasah Intensif Orang Tua Adab Qur'ani) SD SMART Ekselensia Indonesia di Aula Abu Bakar Gedung Qatar RST Dompet Dhuafa.

Bogor, Juni 2026 — SD SMART Ekselensia Indonesia menyelenggarakan kegiatan MITRAQU (Madrasah Intensif Orang Tua Adab Qur’ani) sebagai langkah awal membangun sinergi antara sekolah dan keluarga dalam mendidik peserta didik. Kegiatan yang diikuti oleh 42 pasang orang tua atau sebanyak 84 wali murid Angkatan 5 ini berlangsung di Aula Abu Bakar, Gedung Qatar RST Dompet Dhuafa, dengan mengusung tema “Membangun Sinergi Pendidikan untuk Mewujudkan Generasi Adab Qurani.”

MITRAQU merupakan program pembinaan bagi orang tua yang dirancang untuk memperkuat kemitraan antara keluarga dan sekolah. Melalui program ini, orang tua dibekali pemahaman mengenai peran strategis mereka sebagai pendidik utama sehingga proses pembentukan karakter dan adab Qur’ani anak dapat berlangsung secara selaras, baik di rumah maupun di sekolah.

Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk menyatukan visi antara sekolah dan orang tua dalam mendampingi tumbuh kembang anak. Melalui kolaborasi yang erat, diharapkan proses pendidikan yang diterapkan di lingkungan sekolah dapat berjalan selaras dengan pembiasaan dan pendidikan di lingkungan keluarga.

Acara dibuka dengan pembacaan tilawah Al-Qur’an Surah An-Naba ayat 31–40 oleh Hannah Atqiya Qonitah, siswi kelas Imam Bukhori 1 SD SMART Ekselensia Indonesia. Selanjutnya, peserta diajak menyaksikan pemutaran video profil dan napak tilas Dompet Dhuafa sebagai pengenalan perjalanan dan kontribusi lembaga dalam bidang pendidikan, sosial, dan pemberdayaan masyarakat.

Materi utama disampaikan oleh Ustaz Zayd Sayfullah, Direktur SMART Ekselensia Indonesia. Dalam pemaparannya, beliau menegaskan bahwa keberhasilan pendidikan anak tidak hanya menjadi tanggung jawab sekolah, melainkan merupakan amanah utama yang dipikul oleh orang tua. Karena itu, diperlukan kesamaan visi dan komitmen antara keluarga dan sekolah agar pendidikan yang diterima anak mampu membentuk karakter yang kuat, berakhlak mulia, dan berlandaskan nilai-nilai Al-Qur’an.

Dalam sesi tersebut, Ustaz Zayd Sayfullah menyampaikan setiap anak itu cerdas sesuai bidangnya. Ada 9 kecerdasan majemuk menurut teori Gardner, antara lain : spacial visual, linguistik, interpersonal, musikal, eksistensial, naturalis, kinestetik, intrapersonal, dan logis matematik. Selain itu Ustaz Zayd menyampaikan beberapa prinsip penting dalam mendidik anak menurut perspektif Islam. Pertama, kewajiban mendidik anak merupakan tanggung jawab utama orang tua. Kedua, orang tua perlu memperbaiki kualitas diri terlebih dahulu agar mampu menjadi teladan bagi anak. Ketiga, setiap orang tua harus memerankan dirinya sebagai pendidik di rumah. Keempat, menjaga adab kepada guru merupakan bagian dari keberhasilan pendidikan anak. Kelima, orang tua perlu memilih sekolah, guru, dan lingkungan yang sejalan dengan visi pendidikan keluarga.

“Agar serius mendidik anak ada beberapa hal yang perlu dipahami: kewajiban mendidik anak menurut Islam ada pada orang tua, solehkan diri dulu agar anak menjadi saleh, memerankan diri sebagai pendidik, menjaga adab kepada guru anak, serta memilih sekolah, guru, dan lingkungan yang sesuai dengan visi pendidikan,” ujar Ustaz Zayd Sayfullah.

Sebagai bentuk komitmen bersama dalam membangun kemitraan pendidikan, kegiatan dilanjutkan dengan penandatanganan Pakta Integritas oleh seluruh orang tua murid. Penandatanganan ini menjadi simbol kesepahaman antara sekolah dan keluarga untuk bersama-sama menghadirkan lingkungan pendidikan yang mendukung tumbuh kembang peserta didik secara optimal.

Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan pembagian seragam kepada murid Angkatan 5 SD SMART Ekselensia Indonesia, sebagai simbol dimulainya perjalanan mereka menjadi bagian dari keluarga besar SMART Ekselensia Indonesia.

Melalui penyelenggaraan MITRAQU, SD SMART Ekselensia Indonesia terus memperkuat komitmennya dalam membangun kemitraan yang harmonis antara sekolah dan orang tua. Sinergi tersebut diharapkan mampu melahirkan generasi yang berilmu, berakhlak mulia, beradab Qur’ani, serta siap menjadi pemimpin yang membawa manfaat bagi umat, bangsa, dan peradaban.