Pelatihan Tanggap Bencana Api, Siswa PAUD dan SD SMART Ekselensia Belajar Hadapi Kebakaran

Siswa PAUD dan SD SMART Ekselensia mengikuti edukasi tanggap bencana api bersama petugas pemadam kebakaran

BOGOR — Kobaran api dan asap bukan sekadar sesuatu yang harus ditakuti, tetapi juga perlu dikenali agar dapat dihadapi dengan tepat. Pesan itu menjadi bagian dari pembelajaran yang diterima siswa PAUD dan SD SMART Ekselensia Indonesia dalam kegiatan Pelatihan Tanggap Bencana Api bersama petugas pemadam kebakaran, Jumat (18/9/2026).

Kegiatan yang berlangsung di lingkungan SMART Ekselensia Indonesia tersebut diikuti siswa PAUD dan siswa SD kelas 4. Sejak awal kegiatan, anak-anak diperkenalkan pada berbagai pengetahuan dasar mengenai api, potensi bahayanya, serta langkah yang perlu dilakukan ketika terjadi keadaan darurat.

Petugas pemadam kebakaran tidak hanya memberikan penjelasan secara teori. Edukasi dikemas melalui pendekatan yang interaktif agar mudah dipahami anak-anak. Mereka diajak mengenali bagaimana api dapat muncul dan berkembang, sekaligus memahami pentingnya kewaspadaan terhadap sumber-sumber yang berpotensi memicu kebakaran.

Siswa SMART Ekselensia berfoto bersama petugas dan mobil pemadam kebakaran
Siswa SMART Ekselensia Indonesia berfoto bersama petugas dan armada pemadam kebakaran setelah mengikuti pelatihan tanggap bencana api.

Materi kemudian diarahkan pada tindakan awal ketika menemukan asap atau api. Anak-anak diperkenalkan pada pentingnya tetap tenang, mengenali situasi, serta segera meminta bantuan orang dewasa atau petugas ketika menghadapi kondisi yang tidak dapat ditangani sendiri.

Pengalaman menjadi semakin konkret ketika peserta memperoleh kesempatan mengikuti praktik pemadaman api dengan pendampingan petugas profesional. Melalui praktik tersebut, siswa mendapatkan gambaran bahwa penanganan kebakaran membutuhkan pengetahuan, kehati-hatian, dan prosedur keselamatan yang tepat.

Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan. Anak-anak mengikuti setiap tahapan dengan rasa ingin tahu yang tinggi. Kehadiran armada pemadam kebakaran bahkan menjadi daya tarik tersendiri bagi mereka.

Di penghujung kegiatan, suasana berubah lebih riang ketika peserta diajak bermain air menggunakan armada mobil pemadam kebakaran. Tawa dan kegembiraan anak-anak menutup kegiatan yang sejak awal dirancang sebagai pembelajaran keselamatan dalam suasana yang menyenangkan.

Bagi siswa, pengalaman tersebut tidak berhenti pada pengetahuan tentang api. Mereka juga belajar mengenali risiko, mengikuti arahan, bekerja sama, dan memahami bahwa keselamatan membutuhkan kesiapsiagaan sebelum keadaan darurat benar-benar terjadi.

Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari upaya mengenalkan keterampilan hidup kepada anak sejak usia dini. Pengetahuan mengenai keselamatan kebakaran diharapkan dapat dibawa pulang dan diterapkan dalam lingkungan keluarga, sehingga anak tidak hanya menjadi penerima informasi, tetapi turut berperan sebagai pengingat keselamatan bagi orang-orang di sekitarnya.

Bagi SMART Ekselensia Indonesia, pembelajaran semacam ini melengkapi proses pendidikan di luar ruang kelas. Pengalaman langsung memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk menghubungkan pengetahuan dengan situasi nyata, sekaligus membangun sikap disiplin, peduli, mandiri, dan bertanggung jawab.

Melalui pelatihan tersebut, anak-anak diperkenalkan pada satu pesan penting: ketanggapan menghadapi bencana dimulai dari pengetahuan, kewaspadaan, dan keberanian untuk bertindak dengan cara yang aman.