BOGOR — Pendidikan anak tidak berhenti di ruang kelas. Nilai-nilai yang dipelajari di sekolah akan semakin kuat ketika mendapatkan penguatan yang sejalan di lingkungan keluarga. Kesamaan visi antara sekolah dan orang tua pun menjadi salah satu fondasi penting dalam membentuk anak yang tidak hanya memiliki pengetahuan, tetapi juga tumbuh dengan adab dan akhlak.
Semangat tersebut menjadi perhatian dalam Madrasah Intensif Orang Tua Adab Qur’ani (MITRAQU) yang diikuti wali murid kelas 1 dan 2 SD SMART Ekselensia Indonesia. Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Masjid Al-Insani SMART Ekselensia Indonesia, Rabu (5/8) lalu.
Pada kesempatan tersebut, Ustaz Farhan Maftuh Ahnan, Kepala SD SMART Ekselensia Indonesia, menyampaikan materi bertema “Memahami Kurikulum Adab Qur’ani”. Materi tersebut menjadi ruang bagi orang tua untuk memahami lebih jauh arah pendidikan yang diterapkan sekolah sekaligus peran keluarga dalam menguatkan nilai-nilai yang ditanamkan kepada anak.

Di hadapan para wali murid, pembahasan mengenai Kurikulum Adab Qur’ani menjadi penting karena pendidikan karakter tidak dapat dibebankan kepada sekolah semata. Pembentukan kebiasaan, sikap, dan cara anak berinteraksi dengan lingkungan juga berlangsung secara intensif di rumah.
Karena itu, keselarasan antara pendidikan di sekolah dan pola pengasuhan di keluarga menjadi bagian yang tidak terpisahkan. Apa yang dibangun guru di sekolah diharapkan mendapatkan kesinambungan melalui keteladanan dan pembiasaan yang dilakukan orang tua di rumah.
MITRAQU hadir sebagai salah satu ruang untuk membangun kesamaan pemahaman tersebut. Melalui kegiatan ini, orang tua tidak hanya memperoleh informasi mengenai program pendidikan sekolah, tetapi juga diajak melihat kembali posisi keluarga sebagai bagian penting dalam proses pendidikan anak.
Dalam perspektif pendidikan berbasis nilai Al-Qur’an, adab bukan sekadar pelengkap dari kecerdasan akademik. Adab menjadi fondasi yang mengarahkan bagaimana ilmu digunakan, bagaimana anak memperlakukan orang lain, serta bagaimana ia mengambil keputusan dalam kehidupan sehari-hari.
Karena itu, implementasi Kurikulum Adab Qur’ani membutuhkan keterlibatan berbagai pihak. Sekolah memiliki lingkungan pembelajaran yang terstruktur, sementara keluarga menjadi ruang pertama dan utama bagi anak untuk menyaksikan sekaligus mempraktikkan nilai-nilai tersebut secara nyata.
Melalui MITRAQU, SMART Ekselensia Indonesia berupaya memperkuat jembatan antara kedua lingkungan tersebut. Sekolah dan orang tua diharapkan memiliki bahasa pendidikan yang sama dalam mendampingi tumbuh kembang anak, khususnya pada fase awal pendidikan dasar.
Bagi siswa kelas 1 dan 2, fase tersebut merupakan masa penting dalam membangun kebiasaan. Nilai-nilai yang diperkenalkan secara konsisten, kemudian diperkuat melalui keteladanan orang dewasa di sekitarnya, diharapkan dapat tumbuh menjadi karakter yang melekat dalam diri anak.
Lebih jauh, pendidikan yang berbasis nilai-nilai Al-Qur’an diarahkan agar anak tidak hanya mengenal kebaikan secara konseptual, tetapi juga mampu menjadikannya sebagai bagian dari perilaku sehari-hari.
MITRAQU sekaligus menjadi bagian dari ikhtiar SD SMART Ekselensia Indonesia untuk menghadirkan pendidikan yang melibatkan keluarga sebagai mitra. Sebab, keberhasilan pendidikan anak pada akhirnya bukan hanya diukur dari capaian akademiknya, tetapi juga dari bagaimana ilmu, adab, dan nilai yang diperoleh mampu membentuk kepribadian.
Sinergi yang terbangun antara sekolah dan keluarga diharapkan terus berkembang menjadi kerja sama yang berkelanjutan. Dengan visi pendidikan yang selaras, orang tua dan sekolah dapat berjalan bersama dalam mendampingi anak tumbuh menjadi generasi yang berilmu, berakhlak mulia, serta menjadikan nilai-nilai Al-Qur’an sebagai pedoman dalam kehidupan.
Dari sinergi itulah diharapkan lahir Generasi Adab Qur’ani—generasi yang tidak hanya cakap dalam pengetahuan, tetapi juga memiliki karakter kuat, akhlak mulia, dan kesiapan menghadirkan manfaat bagi lingkungan sekitarnya.